top of page

Optimalisasi Manufaktur dengan ERP yang 'Fit-for-Indonesia'

Optimalisasi Manufaktur dengan ERP yang 'Fit-for-Indonesia'

Tahun lalu, Indonesia masuk dalam 10 besar negara penyumbang produk manufaktur dunia. Peringkat 1 hingga 9 diisi oleh negara-negara dengan adaptasi teknologi tinggi di bidang manufaktur, yaitu China, Amerika Serikat, Jepang, Jerman, India, Korea Selatan, Italia, Prancis, dan Inggris.


Meskipun Indonesia adalah satu-satunya negara ASEAN dalam daftar ini, tingkat adaptasi teknologi di bidang manufaktur Indonesia adalah yang terendah dibandingkan dengan 9 negara lainnya. Hal ini terlihat dari masih dominannya operasi manual dalam industri manufaktur di Indonesia. Dari 162 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2020, hanya 50 perusahaan yang telah menerapkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP).


Agar bisa bersaing di ranah global, perusahaan manufaktur di Indonesia perlu mengimplementasikan ERP. Lantas ERP seperti apa yang direkomendasikan?


Menurut Ferdinand Tobing, selaku Head of Product and Consulting ERP, saat ini perusahaan manufaktur di Indonesia perlu mengimplementasikan ERP berbasis Cloud yang -Fit-for-Indonesia. Menurutnya, sejak 2021 industri manufaktur telah mengalami perubahan signifikan. Pabrik-pabrik kini tersebar secara global, rantai pasokan jadi lebih dinamis, dan produk semakin dipengaruhi oleh permintaan konsumen. Dengan kondisi begini, penggunaan solusi cloud dinilai lebih efektif daripada sistem on-premise. Fit-for-Indonesia berarti Cloud ERP yang diimplementasikan harus bisa mengakomodasi kebutuhan – kebutuhan perusahaan manufaktur di Indonesia.


IT Inventory dalam ERP Manufaktur Indonesia

Studi case terkait IT Inventory, ERP yang Fit-For-Indonesia adalah ERP yang mampu mengakomodasi kebutuhan IT Inventory untuk perusahaan manufaktur di kawasan berikat. Hal ini disebabkan karena adanya kewajiban implementasi IT Inventory untuk seluruh perusahaan di kawasan berikat yang diatur dalam PMK 216/PMK.04/2022, PERDIRJEN BC PER-06/BC/2023.


Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) juga mewajibkan software inventory yang digunakan oleh perusahaan Kawasan Berikat bisa terintegrasi dengan portal Pengguna Jasa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atau CEISA 4.0 (Costums-Excise Information System and Automation), tujuannya agar pemantauan dokumen sebagai syarat pelaporan sesuai undang-undang dapat dilakukan secara real time.


Sebagai Cloud ERP yang “Fit-For- Indonesia”, Neo Esensial Teknologi memiliki solusi IT Inventory siap pakai yang telah menjadi bagian dari add on ERP Manufacturing. Adapun kemudahan yang ditawarkan IT Inventory pada spesialis manufaktur meliputi:

  1. Terintegrasi dengan CEISA 4.0

  2. Memudahkan pemantauan pergerakan barang, rekonsiliasi dan konsolidasi data

  3. Overview seluruh proses bisnis dalam satu aplikasi


Lantas bagaimana cara kerja IT Inventory manufaktur? Simak selengkapnya pada Webinar Breaking Barriers: Integrating Business Processes with Cloud ERP di bawah ini!




Referensi:


Comentários


bottom of page