top of page

4 Kategori IT Inventory Kawasan Berikat Sesuai DJBC

4 Kategori IT Inventory Kawasan Berikat Sesuai DJBC

Dalam operasional perusahaan kawasan berikat, pencatatan barang bukan sekadar administrasi, namun bagian penting dari kepatuhan terhadap regulasi.


Saat ini, seluruh proses kepabeanan di Indonesia telah terintegrasi secara digital melalui sistem CEISA 4.0 (Customs Excise Information System and Automation) yang dikelola oleh DJBC. Untuk memastikan standar tersebut terpenuhi, DJBC membagi implementasi IT Inventory ke dalam beberapa kategori, berdasarkan tingkat integrasi dan kesiapan sistem yang digunakan perusahaan.


4 Kategori IT Inventory Kawasan Berikat

Dalam implementasi IT Inventory Kawasan Berikat, DJBC memetakan IT Inventory ke dalam empat tipe yaitu:


Kategori A (Integrated System)

Kategori A adalah perusahaan kawasan berikat yang menggunakan satu aplikasi pencatatan pembukuan terintegrasi, di mana IT Inventory merupakan bagian langsung dari sistem tersebut dan saling terintegrasi satu sama lain.


Kategori B (Mirroring Database)

Kategori B adalah perusahaan kawasan berikat yang menggunakan dua aplikasi, pertama adalah sistem pencatatan pembukuan utama. Kedua adalah IT Inventory yang saling terintegrasi (mirroring) menggunakan sumber daya yang sama dalam pencatatan keluar masuk barang.


Kategori C (Stand-Alone System)

Kategori C adalah perusahaan kawasan berikat yang sistem pencatatan pembukuan perusahaan dan IT Inventory berdiri sendiri, sehingga tidak terintegrasi secara otomatis, namun data tetap dapat dipertanggungjawabkan.


Kategori D (Manual System)

Kategori C adalah perusahaan kawasan berikat yang masih dikerjakan secara manual dan DJBC memberikan perhatian khusus pada perusahaan yang berada pada kategori ini.


Kenapa Kategori IT Inventory Ini Penting?

Semakin tinggi tingkat integrasi sistem, semakin besar pula kemudahan dalam:

  • memenuhi kewajiban pelaporan ke DJBC

  • meminimalisir human error

  • meningkatkan transparansi data

  • mempercepat proses audit


Sebaliknya, sistem yang masih manual atau tidak terintegrasi cenderung memiliki risiko lebih tinggi dalam hal keterlambatan laporan, ketidaksesuaian data, hingga potensi temuan saat audit.


Solusi IT Inventory Tipe A dari Neo Esensial Teknologi

Solusi IT Inventory Tipe A dari Neo Esensial Teknologi

Sebagai Sistem IT Integrator, Neo Esensial Teknologi menawarkan solusi tipe A. Artinya, seluruh proses dan kegiatan operasional perusahaan dapat dilakukan melalui satu sistem.


Kemudahan IT Inventory yang ditawarkan mencakup :

  • Akses 24 jam oleh pihak yang berwenang

  • Keamanan data tetap terjaga dengan baik

  • Pembuatan laporan wajib DBJC secara otomatis

  • Pengelolaan akuntansi yang sudah terintegrasi dalam satu sistem

  • Pencatatan pergerakan barang secara real-time, mulai dari barang masuk, keluar, proses produksi, penyesuaian, hingga hasil stock opname

  • Laporan pemasukan dan pengeluaran barang yang lengkap, detail, dan sesuai dengan ketentuan IT Inventory DJBC

  • Seluruh aktivitas operasional dapat dipantau dari satu sistem terpusat, sehingga kontrol menjadi lebih mudah

  • Performa sistem yang stabil untuk mendukung operasional harian


Saatnya Beralih ke Sistem yang Lebih Terintegrasi

Jika saat ini sistem yang digunakan masih berada di kategori C atau bahkan D, maka beralih ke sistem yang lebih terintegrasi dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan kepatuhan.


Dengan solusi IT Inventory tipe A yang terintegrasi dengan CEISA 4.0, perusahaan tidak hanya memenuhi standar DJBC, tetapi juga mendapatkan kontrol operasional yang lebih baik dalam jangka panjang.


Untuk info lebih lanjut, hubungi:



Comments


bottom of page