6 Rekomendasi Unified Endpoint Management (UEM) Terbaik untuk SME di Indonesia
- Neo Esensial Teknologi
- May 6
- 3 min read

Seiring meningkatnya penggunaan laptop, smartphone, tablet, hingga perangkat kerja berbasis Android di perusahaan, kebutuhan akan Unified Endpoint Management (UEM) juga semakin besar.
Melalui UEM, tim IT dapat mengelola seluruh endpoint perusahaan dari satu dashboard, mulai dari deployment aplikasi, monitoring perangkat, hingga penerapan security policy. Bagi perusahaan skala Small-Medium Enterprise (SME), memilih solusi UEM yang tepat juga dapat membantu menghemat waktu operasional sekaligus meningkatkan keamanan data perusahaan.
Lalu, apa itu UEM? Apa UEM yang paling cocok untuk perusahaan skala Small-Medium Enterprise (SME) di Indonesia?
Apa Itu Unified Endpoint Management (UEM)?
Unified Endpoint Management (UEM) adalah platform yang memungkinkan perusahaan mengelola seluruh endpoint dari satu dashboard.
Endpoint yang dimaksud meliputi:
Laptop Windows
MacBook
Smartphone Android
iPhone & iPad
Tablet operasional
Perangkat IoT
Perangkat kerja milik karyawan (BYOD)
Dengan UEM, administrator IT tidak lagi perlu mengatur perangkat satu per satu. Seluruh konfigurasi, aplikasi, hingga security policy dapat didistribusikan secara otomatis dari satu console.
6 Unified Endpoint Management (UEM) Terbaik untuk SME
Berikut beberapa rekomendasi UEM yang layak dipertimbangkan oleh SME di Indonesia.
1. Hexnode UEM
Hexnode merupakan salah satu platform cloud-based Unified Endpoint Management yang banyak digunakan oleh perusahaan dari berbagai skala.
Platform ini mendukung pengelolaan berbagai sistem operasi seperti Android, Windows, iOS, macOS, Linux, tvOS, hingga perangkat berbasis IoT dalam satu dashboard.
Beberapa fitur unggulannya meliputi:
Application Management
Remote Monitoring
Patch Management
Bring Your Own Device (BYOD)
Kiosk Mode
Remote Lock & Wipe
Device Compliance & Security Policy
Di Indonesia, Neo Esensial Teknologi merupakan Gold Partner Hexnode yang menyediakan layanan konsultasi, implementasi, hingga dukungan teknis bagi perusahaan yang ingin mengadopsi solusi UEM.
Hexnode menjadi pilihan menarik bagi SME karena implementasinya relatif mudah, tampilan UI yang modern dan intuitif, serta biaya yang kompetitif dibandingkan solusi enterprise lainnya.
2. Swif.ai
Swif.ai menawarkan platform UEM modern yang mendukung pengelolaan perangkat macOS, Windows, Linux, Android, dan iOS dalam satu sistem.
Salah satu nilai tambah Swif.ai adalah dukungannya terhadap standar compliance seperti SOC 2 dan ISO 27001, sehingga cocok bagi perusahaan yang memiliki kebutuhan tata kelola keamanan informasi dan audit yang lebih ketat.
3. Manage Engine
Manage Engine merupakan solusi yang cukup dikenal di kalangan tim IT karena menawarkan fitur yang lengkap.
Selain fungsi dasar UEM, platform ini juga menyediakan berbagai fitur seperti:
Patch Management
Software Deployment
Remote Troubleshooting
Asset Management
Endpoint Security
Bagi SME yang sudah memiliki jumlah perangkat banyak dan membutuhkan kontrol yang lebih mendalam, Manage Engine dapat menjadi salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan.
4. Microsoft Intune
Bagi perusahaan yang sudah menggunakan Microsoft 365, Microsoft Intune menjadi pilihan yang sangat menarik.
Integrasinya dengan layanan Microsoft seperti Entra ID, Microsoft Defender, dan Microsoft 365 memungkinkan administrator IT mengelola perangkat sekaligus menerapkan kebijakan keamanan secara terpusat.
Namun, bagi perusahaan yang belum berada dalam ekosistem Microsoft, biaya lisensi dan implementasi mungkin perlu menjadi pertimbangan.
5. NinjaOne
NinjaOne dikenal sebagai platform yang mudah digunakan, terutama bagi tim IT dengan sumber daya yang terbatas.
Fokus utamanya adalah Remote Monitoring and Management (RMM) dengan berbagai fitur otomatisasi yang membantu administrator mengurangi pekerjaan manual sehari-hari.
Platform ini juga banyak diapresiasi karena dukungan teknis yang responsif serta proses deployment yang relatif cepat.
Tips Memilih UEM untuk SME di Indonesia
Sebelum memutuskan menggunakan solusi UEM, ada beberapa hal yang sebaiknya menjadi pertimbangan:
Kemudahan implementasi dan penggunaan.
Dukungan terhadap berbagai sistem operasi yang digunakan perusahaan.
Kemampuan untuk berkembang seiring bertambahnya jumlah perangkat (scalability).
Dukungan terhadap kebutuhan keamanan dan kepatuhan terhadap regulasi, termasuk Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).
Biaya implementasi dan operasional yang sesuai dengan anggaran perusahaan.
Ketersediaan partner lokal yang dapat membantu implementasi dan technical support.
Kesimpulan
Tidak ada satu solusi UEM yang cocok untuk semua perusahaan. Pilihan terbaik akan bergantung pada jumlah perangkat, infrastruktur IT, kebutuhan keamanan, serta anggaran yang dimiliki.
Bagi sebagian besar SME di Indonesia, Hexnode menjadi salah satu pilihan yang menarik karena menawarkan fitur yang lengkap, implementasi yang relatif mudah, serta didukung oleh Neo Esensial Teknologi sebagai Gold Partner di Indonesia.
Sementara itu, perusahaan yang telah mengadopsi ekosistem Microsoft dapat mempertimbangkan Microsoft Intune.




Comments