Apa itu XDR? Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya

Extended Detection and Response (XDR) adalah solusi yang mengintegrasikan dan menganalisis data dari berbagai sumber teknologi, seperti endpoint, network, cloud, dan identity systems.
Dengan menghubungkan berbagai informasi tersebut, XDR membantu perusahaan mendapatkan visibilitas yang lebih luas, mengidentifikasi aktivitas mencurigakan, serta melakukan investigasi dan respons melalui satu platform terintegrasi.
Key Points
Centralized Visibility: Mengintegrasikan informasi dari berbagai sumber teknologi untuk memberikan gambaran lingkungan IT secara menyeluruh.
Automated Correlation: Menghubungkan berbagai aktivitas dan notifikasi untuk mengidentifikasi kejadian yang saling berkaitan.
Faster Investigation: Membantu tim IT memahami aktivitas yang terdeteksi dan menentukan langkah penanganan dengan lebih cepat.
Reduced Alert Fatigue: Mengelompokkan notifikasi yang berkaitan agar tim IT lebih mudah menentukan prioritas.
Apa itu XDR?
Pernah membayangkan bagaimana perusahaan memantau ratusan perangkat yang digunakan untuk mendukung operasional sehari-hari? Mulai dari laptop karyawan, komputer kantor, hingga server, setiap perangkat menghasilkan aktivitas yang perlu diperhatikan.
Jika informasi dari setiap perangkat tersebar di sistem yang berbeda, tim IT perlu berpindah dashboard untuk mendapatkan kondisi secara menyeluruh. Di sinilah XDR berperan.
Apa itu XDR? XDR (Extended Detection and Response) adalah solusi teknologi yang mengumpulkan, menghubungkan, dan menganalisis data dari berbagai sumber untuk mendeteksi, menginvestigasi, serta merespons aktivitas yang berpotensi mengganggu lingkungan IT perusahaan.
XDR memperluas cakupan pemantauan dengan mengintegrasikan informasi dari beberapa sumber, seperti:
Endpoint: Laptop, desktop, workstation, dan server.
Network: Aktivitas koneksi dan lalu lintas jaringan.
Cloud: Infrastruktur dan layanan berbasis cloud.
Identity: Informasi login, autentikasi, dan aktivitas pengguna.
Email: Aktivitas email serta informasi terkait lampiran dan tautan.
Bagaimana Cara Kerja XDR?

Cara kerja XDR melibatkan tiga proses utama, yaitu mengumpulkan data, menganalisis aktivitas, dan melakukan respons. Ketiga proses ini saling terhubung untuk membantu tim IT memperoleh informasi yang lebih lengkap.
1. Data Collection: Mengumpulkan Informasi
Tahap pertama adalah mengumpulkan data dari berbagai sumber yang terhubung dengan platform XDR.
Beberapa sumber data utama meliputi:
Endpoints: Data dari solusi EDR, seperti laptop, server, dan workstation.
Network: Data dari firewall, network sensors (NDR), dan VPN.
Cloud: Data dari cloud workloads seperti AWS, Azure, GCP, serta aplikasi SaaS yang digunakan perusahaan.
Identity: Data dari identity providers seperti Active Directory, Azure AD, atau Okta, termasuk informasi siapa yang login, dari mana, dan kapan.
Email Security: Data dari email gateways untuk mengidentifikasi phishing dan distribusi malware.
2. Data Correlation and Analysis: Menghubungkan dan Menganalisis Data
Setelah data terkumpul, XDR akan menganalisis dan menghubungkan informasi yang memiliki keterkaitan.
Proses ini dapat memanfaatkan Artificial Intelligence (AI), Machine Learning (ML), behavioral analytics, serta detection rules, bergantung pada platform yang digunakan.
erikut contoh penerapannya:
Email Gateway: Pengguna menerima email phishing.
Identity Provider: Pengguna yang sama mengklik tautan dalam email tersebut.
Endpoint: File berbahaya terunduh ke laptop pengguna.
Firewall: Laptop tersebut kemudian terhubung ke server yang teridentifikasi mencurigakan.
Jika dilihat secara terpisah, setiap aktivitas mungkin hanya dianggap sebagai notifikasi dengan prioritas rendah. Namun, XDR dapat menghubungkan keempat aktivitas tersebut menjadi satu incident agar tim IT dapat melakukan investigasi dengan lebih menyeluruh.
Step 3: Investigation and Response (Investigasi dan Tindakan)
Setelah aktivitas teridentifikasi, tim IT dapat melakukan investigasi untuk memahami sumber, tingkat risiko, dan perangkat yang terdampak.
Berdasarkan hasil investigasi, administrator dapat melakukan beberapa tindakan, seperti:
Isolate Endpoint: Memutus koneksi perangkat yang terdampak dari jaringan.
Block IP Address or Domain: Memblokir IP address atau domain tertentu melalui firewall.
Disable User Account: Menonaktifkan akun pengguna yang terindikasi telah disusupi.
Delete Malicious Files or Emails: Menghapus file atau email berbahaya dari perangkat yang terhubung.
Quarantine File: Mengarantina file yang teridentifikasi berbahaya.
Remediation: Melakukan tindakan perbaikan sesuai hasil investigasi.
Beberapa tindakan dapat dijalankan secara otomatis berdasarkan konfigurasi yang tersedia, sedangkan tindakan lainnya memerlukan persetujuan administrator.
Dengan proses ini, pemantauan dan penanganan aktivitas menjadi lebih terstruktur.
Manfaat XDR untuk Perusahaan dan Bisnis

Menggunakan XDR bukan sekadar menambahkan software baru ke dalam infrastruktur IT. Nilai utamanya terletak pada bagaimana perusahaan dapat mengelola informasi dan aktivitas perangkat secara lebih efisien. Berikut enam manfaat XDR untuk perusahaan:
1. Meningkatkan Visibilitas Lingkungan IT
XDR mengintegrasikan informasi dari berbagai sumber teknologi sehingga tim IT mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi lingkungan perusahaan.
Administrator dapat memahami hubungan antara aktivitas perangkat, jaringan, dan sistem lain yang terintegrasi.
2. Mempercepat Deteksi Aktivitas Mencurigakan
Dengan menganalisis informasi dari berbagai sumber, XDR membantu mengidentifikasi pola aktivitas yang mungkin tidak terlihat ketika setiap sistem diperiksa secara terpisah.
Hal ini membantu tim IT menemukan indikasi masalah lebih awal dan menentukan langkah pemeriksaan yang sesuai.
3. Mengurangi Alert Fatigue
Terlalu banyak notifikasi dapat membuat tim IT kesulitan menentukan mana yang perlu ditangani terlebih dahulu.
XDR membantu menghubungkan dan mengelompokkan notifikasi yang berkaitan menjadi satu incident. Informasi ini memberikan konteks tambahan sehingga administrator dapat lebih mudah menentukan prioritas.
4. Mempercepat Proses Investigasi
Tim IT tidak harus selalu berpindah-pindah dashboard untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan.
Melalui centralized dashboard dan incident overview, berbagai informasi dapat ditinjau dalam satu platform. Hal ini membantu mempermudah proses identifikasi dan investigasi.
5. Mempermudah Proses Remediation
XDR menyediakan kemampuan response dan remediation melalui tindakan yang tersedia pada platform.
Administrator dapat melakukan tindakan seperti mengisolasi perangkat, menghentikan proses tertentu, atau mengarantina file tanpa harus menjalankan seluruh proses secara terpisah.
6. Meningkatkan Efisiensi Tim IT
Dengan proses pemantauan, analisis, dan investigasi yang lebih terintegrasi, tim IT dapat mengurangi pekerjaan berulang.
Waktu yang sebelumnya digunakan untuk memeriksa banyak notifikasi dan mengumpulkan informasi dapat dialihkan ke aktivitas pengelolaan IT lainnya.
Tentang XDR dari Hexnode
Hexnode XDR adalah solusi Extended Detection and Response dari Hexnode yang menghadirkan kemampuan endpoint detection, vulnerability management, investigasi, dan remediation dalam satu platform yang terintegrasi dengan ekosistem Hexnode UEM.
Neo Esensial Teknologi sebagai Gold Partner Hexnode XDR
PT Neo Esensial Teknologi merupakan Hexnode Gold Partner di Indonesia yang menyediakan solusi UEM dan XDR untuk membantu perusahaan mengelola serta memantau perangkat secara terpusat. Kami siap membantu perusahaan mengevaluasi kebutuhan dan mengimplementasikan Hexnode XDR sesuai lingkungan IT yang digunakan.
Tertarik mengenal Hexnode XDR? Hubungi Neo Esensial Teknologi untuk konsultasi.
Website: https://www.neoesensial.co.id/
Email: marketing@neoesensial.co.id
WhatsApp: +62 811-1991-4700

FAQ tentang Extended Detection and Response (XDR)
Apa kepanjangan dari XDR?
XDR adalah singkatan dari Extended Detection and Response, yaitu solusi yang mengintegrasikan data dari berbagai sumber untuk mendeteksi, menginvestigasi, dan merespons aktivitas mencurigakan.
Apa fungsi utama XDR?
Fungsi utama XDR adalah menghubungkan dan menganalisis informasi dari berbagai sumber teknologi agar perusahaan mendapatkan visibilitas lebih luas serta dapat melakukan respons dengan lebih terarah.
Bagaimana cara kerja XDR?
XDR bekerja melalui tiga proses utama, yaitu mengumpulkan data dari berbagai sumber, menghubungkan dan menganalisis aktivitas, kemudian melakukan investigasi serta tindakan respons.
Apakah XDR dapat menggantikan antivirus (AV)?
Ya. XDR mengembangkan kemampuan antivirus tradisional dengan EDR yang tidak hanya memeriksa signature file, tetapi juga memantau perilaku endpoint untuk mendeteksi ancaman yang lebih kompleks.
Apakah XDR sama dengan firewall?
Tidak. Firewall berfungsi mengatur lalu lintas jaringan dengan mengizinkan atau memblokir koneksi berdasarkan aturan tertentu. Sementara itu, XDR mengumpulkan dan menganalisis informasi dari berbagai sumber, termasuk firewall, untuk memberikan gambaran aktivitas yang lebih menyeluruh. XDR juga dapat mendukung tindakan respons, seperti memblokir koneksi melalui firewall yang terintegrasi.
Jika sudah menggunakan EDR, mengapa masih membutuhkan XDR?
EDR hanya berfokus pada endpoint. EDR dapat menunjukkan aktivitas pada laptop, tetapi belum tentu memberikan gambaran aktivitas lain, seperti email phishing, akun cloud yang diretas, atau aktivitas mencurigakan di jaringan. XDR menghubungkan informasi dari berbagai sumber tersebut agar tim IT mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh.





Comments